berdasarkan tulisan Alex Wienarto di Facebook, dengan penambahan dan pengurangan.

KRAKATAU :

1848 : SAMOLO lahir di Desa Tanjungkait, Banten.

1865 : Kabur dari rumah akibat kemelut yang melanda rumah tangga ayahnya. Samolo remaja tak tahan terhadap kezaliman istri muda sang ayah.

1865 – 1870 : Samolo menuntut ilmu silat di PERGURUAN KRAKATAU yang didirikan oleh SANG HYANG BUUK PERAK. Samolo belajar selama 5 tahun dibawah bimbingan gurunya KI BIANG TERONA dan paman gurunya SABAS PITANA.

1870 : Samolo pulang ke Tanjungkait dan kembali terlibat dengan tragedi kemelut internal dalam rumah tangga ayahnya.

Agustus 1883 : puncak persengketaan dalam internal keluarga Samolo hingga terbukanya kedok penyamaran WAK GEMBLO yang ternyata merupakan ayah kandung Samolo yang nama aslinya adalah SUGIRA, yang ternyata adalah murid Perguruan Krakatau yang sedang dicari-cari karena berkhianat.

18 Agustus 1883 : Kemelut berakhir dengan terjadinya letusan dahsyat Gunung Krakatau. Semua keluarga Samolo musnah. Hanya Samolo dan MENOR, seorang putri pemilik kedai yang selamat. Mereka diselamatkan oleh Tuan Tanah Kedawung

TUAN TANAH KEDAWUNG :

1884 : Samolo menjadi centeng abdi setia Tuan Tanah Kedawung. Menor menikah dengan Tuan Tanah Kedawung dan melahirkan GIRAN. Tapi sayang, dia wafat waktu melahirkan Giran.

1905 : Samolo terlibat duel dengan MAT GERONG, seorang pembunuh bayaran suruhan ZUBAEDAH, ibu tiri Giran yang ingin menguasai harta warisan Tuan Tanah Kedawung. Samolo berhasil membuntungi kedua kaki Mat Gerong.

1909 : Samolo nyaris terbunuh oleh begundal-begundal KASIR SAMIRUN, selingkuhan Zubaedah. Samolo berhasil dibutakan kedua matanya oleh KI LIUNG. Untunglah ia ditolong oleh BARDA MANDRAWATA (Si Buta dari Gua Hantu) yang kebetulan tengah berada di Desa Kedawung dalam pengembaraannya.

1910 : Giran yang sempat terlantar selama 5 tahun di Borneo (Kalimantan) berhasil pulang ke Kedawung. Sempat terjadi kesalahpahaman dengan Samolo tapi akhirnya berhasil diselesaikan dengan baik oleh NYI LONDE, pengasuh Giran.

1910 – dst : Samolo yang sudah berusia 62 tahun terus mengabdi sebagai centeng pada keturunan Tuan Tanah Kedawung yakni Giran dengan istrinya Ratna dan putra mereka GIRIN seumur hidupnya.

TJISADANE :

1890 : Lahirnya SUGALI

1894 : Lahirnya SUGALA

1906 : Mat Gerong yang dibuntungi kedua kakinya oleh Samolo dalam kisah Tuan Tanah Kedawung, alih-alih bertobat malah menjadi Kepala Begal di Sepatan, Tangerang dan berhasil menguasai ilmu silat Sikontak ( tenaga dalam ).

1908 : akibat tak tahan dengan pemerasan dan perlakuan Ki Lurah Saeran kepada keluarganya, Sugali kabur dari desanya dan dalam pengambaraannya dia diangkat menjadi murid dan anak buah Mat Gerong, dan berhasil menjadi jago silat yang tak pernah mengampuni lawannya, dia berjulukan si “Sancamanuk”.

1916 : Rani putri Lurah Saeran jatuh cinta kepada Sugala. Akibatnya Saeran semakin menekan orang tua Sugala sehingga mereka wafat. Sebelum wafat, sang Ibu berpesan kepada Sugala untuk mencari Sugali, kakaknya.

1917 : Sugala bertemu Sugali. Mereka sama-sama jadi anak buah Mat Gerong dan diam-diam bersaing mendapatkan cinta Nilam, putri Mat Gerong.

1918 : Sugali dan Sugala sadar bahwa mereka telah diperalat oleh Mat Gerong dan jadi korban bujuk rayu Nilam si petualang cinta.
Sugala pun sadar karena secara tak sengaja bertemu lagi dengan Rani, kekasihnya.
Maka Sugali Sugala memberontak dan melawan Mat Gerong. Mat Gerong tewas oleh Bah Klontong, guru Sugala yang merupakan jago kuntauw dari Shantung. Nilam kabur dari Sepatan dan menuntut ilmu hitam (guna-guna) untuk balas dendam kepada Sugali Sugala.

NILAM dan KESUMAH :

1919 : Sugali menjadi Lurah di Sepatan dan mendirikan Perguruan Silat “Sancamanuk”. Sugali menikah. Sementara itu Sugala menikahi Rani dan menjadi Tuan Tanah di Cilongok.

1920 : Rani mengandung, begitu juga istri Sugali.

1921 : Terjadi Prahara dalam rumah tangga Sugala karena Nilam, Putri Mat Gerong berhasil merayu Sugala dengan ilmu guna-gunanya, sehingga Sugala tega mengusir Rani yang sedang hamil tua. Rani yang terlunta-lunta ditolong oleh seorang pria yang baik dan melahirkan KESUMAH.
Sementara itu istri Sugali pun melahirkan bayi perempuan. untuk mengenang Nilam, putri Mat Gerong yang pernah jadi kekasihnya, Sugali pun memberi nama putrinya NILAM juga.

1925 : Sugali yang mengetahui bahwa Sugala tidak lagi bersama Rani, menuduh ayah angkat Kesumah sebagai penyebab kerusakan rumah tangga adiknya dengan berselingkuh dengan Rani. Maka terjadi duel antara keduanya di Bukit Ganggurung Ampel. Sugali kalah dan bersumpah untuk balas dendam 12 tahun kemudian.

1937 : Sugali melakukan balas dendam dan berhasil merobohkan ayah angkat Kesumah.

1940 : Terjadi tragedi dalam keluarga Sugali Sugala akibat Sugala yang kena guna-guna Putri Mat Gerong berubah menjadi tokoh yang kejam dan telengas yang dikenal dengan nama Sugar :

  • Membuat tangan kanan Kesumah yang terkenal sebagai si Tangan Setan menjadi lumpuh.
  • Membantai habis-habisan keluarga Sugali, kakaknya berikut seluruh murid perguruan Sancamanuk. Hanya Nilam dan si KUNYIL yang selamat karena ia sedang tinggal di rumah Kesumah untuk merawat Kesumah yang telah dibuat cacad oleh Sugala…

1941 : Kesumah berhasil melatih tangan kirinya sebagai Tangan Setan menggantikan tangan kanannya yang telah dibikin lumpuh oleh Sugala. Kesuma melakukan “balas dendam” dan nyaris membunuh Sugala namun dicegah oleh ibunya (Rani) dan menjelaskan bahwa Sugala adalah ayahnya.
Akhirnya si Kunyil, murid bungsu Perguruan Sancamanuk yang melakukan balas dendam dengan membunuh Sugala dan Nilam Putri Mat Gerong yang menjadi biang keladi semua prahara dalam rumah tangga Sugali Sugala ini. Kunyil tidak mempan di guna-guna oleh Nilam, karena Kunyil masih seorang bocah yang belum memiliki berahi.

1942 : Nilam Putri Sugali menikah dengan Kesumah Putra Sugala.

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *